Tampilkan postingan dengan label Tuhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tuhan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Januari 2017

Surat untuk Tuhan

Tuhan.....
Kami percaya Engkau ada
walau tak pernah menampakkan muka
Kami yakin Engkau Esa
walau disebut dengan banyak nama,
Kami senantiasa sujud
walau Engkau tak berwujud......
Tuhan.....
Bolehkah kami bertanya ?
Sesungguhnya untuk apa agama harus ada?
mengapa setiap agama mesti berbeda?
bukankah semua bersumber dari yang Esa?
mengapa Engkau biarkan kami berdebat?
mengapa Engkau biarkan kami berkompetisi?
mengapa karena agama sebagian kami saling benci?
mengapa kami memperebutkanMu ya Tuhan?
padahal aku tahu bahwa Engkau milik semua.
bahkan ada diantara meraka yang siap berperang
untuk sebuah kebenaran yg mereka anggap miliknya sendiri.
apakah dengan demikian, Engkau berikan sorga kepadanya saja?
Tuhan.....
untuk siapakah sorga Engkau ciptakan?
apakah sorga bersertifikat atas nama agama tertentu?
ataukah menjadi hak setiap manusia luhur untuk menghuni sorga?
Tuhan .......
Kami terdikotomi menjadi beriman dan tidak beriman.
Agama kami terdikotomi menjadi agama langit dan bumi,
batin kamipun terbelah oleh stigma satu pihak kepada pihak lain.
sebuah stigma dengan sebutan kafir........
benarkah Engkau yang menyuruhnya Tuhan?
kepada siapa otoritas mendikotomi Engkau berikan?
Tuhan.....
ajari kami semua menjadi arif
ajari kami semua cinta kasih murni
ajari kami rasa persaudaraan semesta
ajari kami bagaimana cara hidup bersama yg harmonis.
Tuhan.....
saya baru ingat sabdaMu :
"Semua manusia adalah saudara".
Terima kasih Tuhan, Wahyu ini yang akan kami jadikan jawaban atas semua pertanyaanku.
Semoga pikiran yang baik datang dari segala penjuru .
Semoga seluruh alam semesta hidup berbahagia.
Semoga Damai di Hati, Damai di Bumi dan damai selalu.

~Puisi Mas Suminto, Blambangan

Senin, 02 Januari 2017

Doa Kita Pagi Ini

Oh Tuhan, alam ini adalah kediamanMu, penuh dg permata yg sangat berharga. Apapun yg ada di dunia ini adalah milikMu. Hadiah berharga apa yg dapat kupersembahkan padaMu? Engkau tidak menginginkan sesuatu apapun. Apakah ada gunanya mempersembahkan sesuatu yang sdh dimiliki olehMu? Prakerti yg dahsyat adalah permaisuriMu. UntukMu dia sanggup menciptakan permata dan materi berharga apapun dan tidak terhitung hanya dalam sekejap.
"Aghatana gathana patiiyasi Maya (tangan Maya akan mampu menciptakana apapun yg tidak bisa dibiat oleh siapapun) - daya menciptakan ini selalu siap melayaniMu.
O Tuhan, meskipun aku ingin mempersembahkan sesuatu padaMu, aku tidak tau apa yg harus kupersembahkan. Walaupun aku ingin mempersembahkan sesuatu, engkau tidak mempunyai keinginan.. engkau tidak kekurangan apapun..lalu apa yg bisa kupersembahkan?
Bila saja aku tahu sesuatu yg tidak engkau miliki, aku akan mempersembahkannya padaMu.
O Tuhan... aku sempat mendengar bahwa bhakta bhakta besarMu telah mencuri pikiranMu, mencuri EGO Mu.. Tuhan menjadi pelayan bagi BhaktaNya. Bhakta telah mencuri hati , pikiran  dan EGO Tuhan... hampir dg memaksa... hal ini dilakukan dg terbuka dan tidak sembunyi sembunyi... oleh sebab itu O Tuhan,  engkau kekurangan satu hal...engkau tidak punya pikiran dan EGO..
O Tuhan ... jangan kecewa.. aku bhaktamu ..mempersembahkan pikiran dan EGO ku kepadaMu.. terimalah oh Tuhan...
Ketika ego runtuh, siapa lagi yg tertinggal utk meminta?! Siapa lagi yg tertinggal merasakan derita?

Ya Tuhan semoga aku bisa melihat seluruh makhluk dengan mata seorang teman,

dengan mata seorang teman kita sesungguhnya memandang satu Sama lain (Semeton). Y 36.31

~Lanang Ari Wangsa
Hindutel, 15 Maret 2017

Diskusi Tentang Tuhan

"Tuhanmu kok banyak, sih?"

"Emang kenapa?"

"Ya konyol. Masak Tuhan banyak."

"Emang siapa yang berwenang mengatur jumlah Tuhan?"

"Tapi, Tuhan kan logisnya cuma satu?"

"Sejak kapan Tuhan itu logis? Apakah Tuhanmu produk logika? Kalau Tuhan maha kuasa, ia berkuasa juga atas wujud dirinya. Dia mau satu, atau banyak, itu kuasa Dia, bukan?"

----

"Tuhanmu kok beranak, sih?"

"Emang kenapa?"

"Ya konyol. Masak Tuhan beranak."

"Emang siapa yang berwenang mengatur Tuhan boleh beranak atau tidak?"

"Tapi, Tuhan kan logisnya tidak beranak?"

"Sejak kapan Tuhan itu logis? Apakah Tuhanmu produk logika? Kalau Tuhan maha kuasa, ia berkuasa juga atas wujud dirinya. Dia mau satu, atau banyak, atau beranak, itu kuasa Dia, bukan?"

Kalau Anda merasa konsep Tuhan orang lain itu konyol, sadarilah bahwa konsep Tuhan yang Anda anut juga konyol di mata orang lain.

~Nyoman Yudiawan
Hindutel, 2 Januari 2017